Kamis, 09 Januari 2014
jika pasangan anda anak mama, maka......
dibawah ini adalah link dari sebuah artikel yang cukup memberikan pencerahan kepada saya.. monggo ditengok ya :)
bullying - stop it cause that's hurt
bullying..
bisa dilakukan siapa saja..
teman sekolah, saudara, siapapun..
flash back kira2 10 tahun yang lalu.. saya sudah tau rasanya di bully saat saya duduk di bangku SMP..
saat itu entah kenapa tiba2 saya menjadi primadona sekolah, padahal menurut saya, masih banyak teman2 wanita lain yang cantik.. tapi sebagian besar senior tertarik pada saya.. hal ini menimbulkan rasa iri hati dari senior2 dan teman2 wanita.. dan terjadilah bullying itu.. menyakiti secara verbal dan non verbal terus terjadi pada saya.. fitnah dan perbuatan meresahkan terus dilakukan semata2 karena didukung adanya budaya bullying di sekolah itu..
peristiwa itu terjadi kira2 selama 1 tahun, hingga akhirnya surut karena para senior sudah lulus dan pindah ke sekolah SMA masing2..
bullying atau penggencetan yang dilakukan di sekolah mungkin sudah dianggap biasa, tradisi, tren, maupun budaya.. tergantun sekolah yang bersangkutan, apakah guru2 tersebut menindak tegas para pelaku bullying atau membiarkannya saja..
bullying atau penggencetan atau pelecehan, mungkin dianggap biasa saja oleh pelaku.. dengan tujuan sungguh2 ataupun main2, mereka tidak sadar dampak apa saja yang akan didapat oleh korban.. korban akan mengalami stress, frustasi, depresi, trauma yang akan terus berlangsung walaupun bullying itu telah berakhir.
sebagai seseorang yang telah mengetahui apa itu bullying secara nyata, saya dengan tegas menolak adanya praktek bullying dimanapun dan dengan alasan apapun. jika ada teman, rekan, saudara anda yang sedang menjadi pelaku bullying, mari kita beri tahu bahwa hal itu tidak baik. sayapun tidak ingin bullying terjadi pada anak saya, maka saya akan hati2memilihkan sekolah dan lingkungan untuknya.
bisa dilakukan siapa saja..
teman sekolah, saudara, siapapun..
flash back kira2 10 tahun yang lalu.. saya sudah tau rasanya di bully saat saya duduk di bangku SMP..
saat itu entah kenapa tiba2 saya menjadi primadona sekolah, padahal menurut saya, masih banyak teman2 wanita lain yang cantik.. tapi sebagian besar senior tertarik pada saya.. hal ini menimbulkan rasa iri hati dari senior2 dan teman2 wanita.. dan terjadilah bullying itu.. menyakiti secara verbal dan non verbal terus terjadi pada saya.. fitnah dan perbuatan meresahkan terus dilakukan semata2 karena didukung adanya budaya bullying di sekolah itu..
peristiwa itu terjadi kira2 selama 1 tahun, hingga akhirnya surut karena para senior sudah lulus dan pindah ke sekolah SMA masing2..
bullying atau penggencetan yang dilakukan di sekolah mungkin sudah dianggap biasa, tradisi, tren, maupun budaya.. tergantun sekolah yang bersangkutan, apakah guru2 tersebut menindak tegas para pelaku bullying atau membiarkannya saja..
bullying atau penggencetan atau pelecehan, mungkin dianggap biasa saja oleh pelaku.. dengan tujuan sungguh2 ataupun main2, mereka tidak sadar dampak apa saja yang akan didapat oleh korban.. korban akan mengalami stress, frustasi, depresi, trauma yang akan terus berlangsung walaupun bullying itu telah berakhir.
sebagai seseorang yang telah mengetahui apa itu bullying secara nyata, saya dengan tegas menolak adanya praktek bullying dimanapun dan dengan alasan apapun. jika ada teman, rekan, saudara anda yang sedang menjadi pelaku bullying, mari kita beri tahu bahwa hal itu tidak baik. sayapun tidak ingin bullying terjadi pada anak saya, maka saya akan hati2memilihkan sekolah dan lingkungan untuknya.
mertuaku bukan teman, teman tak akan menyakiti
halo teman..
sebagai istri pastinya kita sudah tau kewajiban kita juga adalah untuk menghormati kedua orang tua suami.
namun sepertinya, sekeras apapun seorang menantu mencoba berbakti, tetap saja ada mertua yang merasa tidak cukup. terus mencoba menyakiti hati menantunya.
itu bukan hanya terjadi di dunia sinetron, teman. karena itu terjadi nyata pada saya. sabar saya telah hampir habis, hingga akhirnya perasaan saya sangat frustasi. menceritakan pada suami apa yang telah aku alami pun aku sangat ragu, karena aku merasa itu tidak akan berguna.
apalagi aku dititipkan ke rumah mertuaku, sementara suamiku bekerja di luar selama berbulan2. jika suamiku tidak ada, ibu mertuaku dengan bebas berbicara apapun yang menyakitkan hatiku. tak jarang dia bersikap ketus padaku.
hati ku sangat2 menderita karena terus disakiti oleh mertuaku. jika saja aku menantu kurang ajar, aku maklum dia bersikap begitu. namun aku adalah menantu super sopan dan santun.hiks3x. kenyataan pahit ini harus aku terima, teman. aku menikahi seorang pria yang dilahirkan oleh wanita yang selalu mendholimiku.
sangat merasa serba salah, apa harus melawan atau tetap bersabar. hari demi hari, bulan demi bulan, tahun terlewati, hingga akhirnya kesabaranku habis dan meledak semua kekesalanku pada ibu mertuaku. aku pun mengambil kesimpulan bahwa dia bukan temanku, teman tak akan selalu menyakiti.
mertuaku bukan teman, teman tak akan selalu menyakiti.
sebagai istri pastinya kita sudah tau kewajiban kita juga adalah untuk menghormati kedua orang tua suami.
namun sepertinya, sekeras apapun seorang menantu mencoba berbakti, tetap saja ada mertua yang merasa tidak cukup. terus mencoba menyakiti hati menantunya.
itu bukan hanya terjadi di dunia sinetron, teman. karena itu terjadi nyata pada saya. sabar saya telah hampir habis, hingga akhirnya perasaan saya sangat frustasi. menceritakan pada suami apa yang telah aku alami pun aku sangat ragu, karena aku merasa itu tidak akan berguna.
apalagi aku dititipkan ke rumah mertuaku, sementara suamiku bekerja di luar selama berbulan2. jika suamiku tidak ada, ibu mertuaku dengan bebas berbicara apapun yang menyakitkan hatiku. tak jarang dia bersikap ketus padaku.
hati ku sangat2 menderita karena terus disakiti oleh mertuaku. jika saja aku menantu kurang ajar, aku maklum dia bersikap begitu. namun aku adalah menantu super sopan dan santun.hiks3x. kenyataan pahit ini harus aku terima, teman. aku menikahi seorang pria yang dilahirkan oleh wanita yang selalu mendholimiku.
sangat merasa serba salah, apa harus melawan atau tetap bersabar. hari demi hari, bulan demi bulan, tahun terlewati, hingga akhirnya kesabaranku habis dan meledak semua kekesalanku pada ibu mertuaku. aku pun mengambil kesimpulan bahwa dia bukan temanku, teman tak akan selalu menyakiti.
mertuaku bukan teman, teman tak akan selalu menyakiti.
hi.. salam kenal ;)
hi.. salam kenal teman..
aku adalah seorang wanita 25 tahun yang telah menikah hampir 2 tahun dan memiliki seorang anak laki2 berumur 9 bulan.
blog ini adalah kumpulan dari curahan isi hatiku sebagai istri dan ibu baru, sebuah profesi yang tidak mudah karena menuntut kerja keras fisik jg mental. artikel yang ada sebagian merupakan tulisanku, sebagian lagi merupakan karya orang lain yang tidak lupa akan aku sebutkan sumbernya.
terima kasih telah menyimak blog ku..
selamat membaca :)
mudah2an bermanfaat ya, teman..
aku adalah seorang wanita 25 tahun yang telah menikah hampir 2 tahun dan memiliki seorang anak laki2 berumur 9 bulan.
blog ini adalah kumpulan dari curahan isi hatiku sebagai istri dan ibu baru, sebuah profesi yang tidak mudah karena menuntut kerja keras fisik jg mental. artikel yang ada sebagian merupakan tulisanku, sebagian lagi merupakan karya orang lain yang tidak lupa akan aku sebutkan sumbernya.
terima kasih telah menyimak blog ku..
selamat membaca :)
mudah2an bermanfaat ya, teman..
Langganan:
Postingan (Atom)